Kamis, 04 September 2014

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR UNHAS-FOTOSINTESIS



LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR

PERCOBAAN II
FOTOSINTESIS
NAMA                             : INDRAWATI BASMAR
NIM                                 : I111130O7
KELOMPOK                 :  1 (SATU)
ASISTEN                        : LILIS RESTAN ODANG





LABORATORIUM BIOLOGI DASAR
UNIT PELAKSANA TEKNIS MTA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya matahari. Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan hewan yang dapat berlari dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan diketahui bahwa tenaga untuk berlari itu berasal dari pemecahan karbohidrat. Salah satu yang utama, makhluk hidup memerlukan makanan dan mengeluarkan zat sisa (Rakasyadi, 2000).
Fotosintesis adalah proses penyusunan (anabolisme) yang diperoleh dari sumber cahaya dan klorofil dan disimpan sebagai zat kimia. Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Anonim. 2002).
Teori Ingenhousz (1799), membuktikan bahwa pada proses fotosintesis dilepaskan O2 (oksigen). Hal ini dibuktikan dalam percobaannya menggunakan tanaman air Hydrilla verticylata di dalam bekerglas di bawah corong terbalik yang ujungnya diletakkan sebuah tabung reaksi. Organel yang berperan dalam fotosintesis adalah kloroplas. Organel tersebut berisi pigmen klorofil yang menyebabkan warna hijau pada tumbuhan. Di setiap sel terdapat 40-50 kloroplas. Di dalam kloroplas inilah penyerapan sinar oleh klorofil dimulai pada proses fotosintesis (Rasidin, 1990).
Teori Sachs (1860), membuktikan bahwa pada fotosintesis dihasilkan karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian memakai iodine/yodium. Reaksi antara amilum dengan iodine/yodium menghasilkan warna hitam. Ternyata amilum hanya terdapat pada daun-daun yang terkena sinar (Rasidin, 1990).
Oleh karena itu, untuk mengetahui dan memb uktikan bahwa hasil dari proses fotosintesis pada tumbuhan menghasilkan amilum atau glukosa (karbohidrat) dan oksigen (02), maka dilakukanlah percobaan ini.

I.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1.        membuktikan proses fotosintesis akan menghasilkan glukosa
2.        membuktikan proses fotosisntesis melepaskan O2 atau oksigen

I.3 Waktu dan Tempat
Percobaan ini dilaksanakn pada hari selasa tanggal 01 Oktober 2013 pukul 11.15-14.15 WITA bertempat di Laboratorium Biologi Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, Makassar. Percobaan ini dilaksanakan pada 2 tempat yaitu di dalam dan di luar ruangan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung darisenyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan guladan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasaldari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + E Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dandapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yangterjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasiseluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lainakan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia (Rakasyadi, 2000)
Fotosintesis merupakan aktifitas fisiologis yang khusus dilakukan oleh organisme fotosintetik, terutama kelompok tumbuhan. Fotosintesis dapat diartikan suatu proses penyusunan zat karbohidrat dengan cahaya sebagai energinya. Hanya organisme yang mempunyai pigmen fotosintetik yang mempu melakukan fotosintesis, karena pigmen itulah yang mampu menangkap energy dari cahaya matahari. Zat organik yang disusun dalam fotosintesis ini adalah karbohidrat (Cn(H2O)n) yang berasal dari molekul CO2 dan H2O. Sebagai hasil sampingan adalah molekul O2 (Rasidin, 1990)
Proses fotosintesis dapat dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut :
6CO2 + 12H2O    cahaya      C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
cahaya yang dapat dipergunakan dalam fotosintesis ini mempunyai syarat kualitas (jenis gelombang) dan kuantitas (intensitas cahaya) tertentu. Dalam kondisi normal, cahaya matahari memenuhi semua syarat itu, sehingga secara alami, cahaya matahari merupakan sumber energy bagi fotosintesis. Pigmen fotosintetik, sebagai penangkap energi cahaya matahari, berupa klorofil dan atau karotinoid (Anonim, 2010).
Fotosintesis memiliki dua macam reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Selama reaksi terang, klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain di dalam kloroplas menyerap energi cahaya matahari dan mengkonversinya menjadi energi kimia yang disimpan dalam ikatan kimia penyusun glukosa. Energi yang diserap merupakan energi kaya elektron yang nantinya akan terlibat dalam serangkaian rantai reaksi yang disebut transpot elektron. Menurut Stone (2004), air melalui reaksi terang akan dipecah (fotolisis) menjadi proton, elektron dan O2. Proton dan elektron yang dihasilkan dari pemecahan ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP+ (nikotinamide adenosine dinucleotide phosphate) membentuk NADPH. Beberapa proton bergerak melalui membran kloroplas , dan energi yang dibentuk berupa ATP (Adenosine triphospat). NADPH dan ATP adalah komponen yang masuk ke dalam reaksi gelap (siklus Calvin), yang merubah molekul CO2 menjadi molekul gula berantai karobon tiga. energi kimia hasil konversi dari energi cahaya matahari tersimpan dalam senyawa karbon tersebut (Maryati dkk, 2006)
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Anonim, 2002).
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1994)
      
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Untuk tujuan praktis, satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat begantung seluruh kehidupan adalah fotosintesis. Fotosintesis merupakan salah satu reaksi yang tergolong ke dalam reaksi anabolisme. Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan makanan (glukosa) yang berbahan baku karbondioksida dan air (Rakasyadi, 2000)
Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan ganggang hijau yang bersifat autotrof. Artinya keduanya mampu menangkap energi matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari precursor organik H2O dan CO2. Sementara itu, hewan dan manusia tergolong heterotrof, yaitu memerlukan suplay senyawa-senyawa organik dari lingkungan (tumbuhan) karena hewan dan manusia tidak dapat menyintesis karbohidrat. Karena itu, hewan dan manusia bergantung pada organisme autotrof. (Anonim, 2002)
Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastid yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membrane tilakoid. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. klorofil a merupakan hijau rumput (green grass pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan pigmen hijau-kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof (Wijaya, 2007).
Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. Pada umumnya kloroplas itu berbentuk oval, bahan dasarnya disebut stroma, sedang butir-butir yang terkandung di dalamnya disebut grana. Pada tanaman tinggi ada dua macam klorofil, yaitu (Aini, 2011) :
klorofil-a         : C55H72O5N4Mg, berwarna hijau tua
klorofil-b         : C55H70O6N4Mg, berwarna hijau muda
Rumus bangunnya berupa suatu cincin yang terdiri atas 4 pirol dengan Mg sebagai inti. Rumus bangun ini hampir serupa dengan rumus bangun haemin (zat darah), di mana intinya bukan Mg melainkan Fe. Pada klorofil; terdapat suatu rangkaian yang disebut fitil yang dapat terlepas menjadi fitol C2H39OH, jika kena air (hidrolisis) dan pengaruh enzim klorofilase. Fitol itu lipofil (suka asam lemak), sedangkan biasanya disebut rangka porfin, sifatnya hidrofil (suka akan air) (Dwidjoseputro, 1994).
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan klorofil (Anonim 2010) :
1.      Faktor pembawaan.
Pembentukan klorofil dibawakan oleh gen tertentu di dalam kromosom.
2.      Cahaya.
Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada klorofil. Larutan yang dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Hal ini juga dapat kita lihat pada daun-daun yang terus terkena kena sinar langsung warna mereka menjadi hijau kekuning-kuningan.
3.      Oksigen
4.      Karbohidrat.
Dengan tiada pemberian gula, daun-daun tersebut tak mampu menghasilkan klorofil, meskipun faktor-faktor lain cukup.
5.      Nitrogen Magnesium.
Besi yang menjadi bahan pembentuk klorofil merupakan suatu condition sinc qua non (kehausan). Kekurangan akan salah satu dari zat-zat tersebut mengakibatkan klorosis kepada tumbuhan.
6.      Air.
Air merupakan faktor keharusan pula, kekurangan air mengakibatkan desintegrasi dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di musim kering.
7.      Unsur-unsur Mn, Cu, Zn, meskipun hanya di dalam jumlah yang sedikit sekali, membantu pembentukan klorofil. Dengan tiada unsur-unsur itu, tanaman akan mengalami klorosis juga.
8.      Temperatur antara 3o-48oC merupakan suatu kondisi yang baik untuk pembentukan klorofil pada kebanyakan tanaman, akan tetapi yang paling baik ialah antara 26o-30oC.
Pada tahun 1962, Gustav Julius Von Sachs, membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium, amilum dengan yodium memberikan warna (Anonim, 2010).
Jan Ingenhousz merupakan orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang fotosintesis adalah Jan Ingenhousz (1730-1799). Ingenhousz memasukkan tumbuhan air Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup denagn corong terbalik dan diatasnya di beri tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air tersebut. Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas. Setelah diuji ternyata adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesis menghasilkan oksigen (Anonim, 2002)
Fotosintesis terjadi hanya di bagian hijau tanaman. Untuk efisiensi fotosintesis harus daun tipis dan memiliki luas permukaan besar. Ini membantu dalam penyerapan cahaya dan difusi gas, dan sarana untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan melalui stomata dan epidermis. Jumlah besar kloroplas dalam sel-sel mesofil palisade menyediakan jaringan fotosintetik utama. Ruang antara spons berbentuk tidak teratur di dalam sel-sel mesofil daun izin difusi gas gratis. Turgor sel penjaga berubah menjadi gas mengizinkan pertukaran dengan atmosfer. Kutikula pada berlapis tunggal transparan epidermis atas dan bawah melindungi daun dari pengeringan dan infeksi (Rasidin, 1990).




BAB III
METODE PERCOBAAN
III.1 Alat
Alat- alat yang digunakan pada percobaan fotosintesis yaitu  kertas timah (aluminium foil), penjepit, gelas piala, tabung reaksi, corong, dan spiritus.

III.2 bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu tanaman berdaun lebar yaitu mangga Mangifera indica, dan tanaman hidrilla Hydrilla verciliatta, Alkohol 95%, JKJ (jodium, Kalium, Jodida), air keran, dan air panas.

III.3 Cara kerja
III.3.1 Percobaan Sachs

Cara kerja dalam percobaan sachs adalah sebagai berikut:

1.        Menutup sebagian dari permukaan daun yang akan diperiksa yang belum terkena sinar matahari (dilakukan sebelum jam 06.00) dengan kertas timah dan menjepit rapat (dengan paper clip), biarkan beberapa jam.
2.        Sebelum malam, daun percobaan tadi dipetik dan dicelupkan ke dalam air mendidih selama 10 menit, sehingga daun tersebut layu, hal ini berfungsi mematikan sel.
3.        Daun dicelupkan ke dalam alkohol mendidih selama 10 menit, hal ini berfungsi untuk melarutkan klorofil pada daun.
4.        Daun dicelupkan lagi ke dalam larutan JKJ selama 10 menit, selanjutnya dibilas dengan air mengalir agar sisa larutan JKJ hilang.
5.        Mengamati apa yang terjadi terhadap daun percobaan tadi. Warna hitam atau biru tua pada daun menunjukkan adanya amilum sebagai hasil proses fotosintesis.

III.3.2 Percobaan Ingenhouz
Cara kerja dalam percobaan ingenhouz adalah sebagai berikut:
1.        Mengisi gelas piala dengan air kemudian memasukkan Hydrilla vercillata ke dalamnya.
2.        Memasukkan corong terbalik ke dalam gelas piala sedemikian rupa sehingga Hydrilla verciliata semuanya berada di bawah corong.
3.        Menutup pangkal corong tersebut dengan tabung reaksi terbalik yang berisi sejumlah air.
4.        Percobaan ini ditempatkan di bawah sinar matahari dan cahaya lampu yang mempunyai intensitas tinggi.
5.        Mengamati apakah terjadi gelembung-gelembung udara yang terkumpul di dasar tabung reaksi. Jika ada berarti terbentuk oksigen ( ).






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Percobaan                                       
IV.1.1 Percobaan Sach
1.      Gambar percobaan








2.      Keterangan percobaan
1.        Daun mangga Mangifera indica
2.        Kertas aluminium foil
3.        Gelas kimia
4.        Air
5.        Alkohol
6.        Larutan JKJ
7.        Kaki tiga
8.        Spiritus
IV.1.2 Ingenhousz
1.      Gambar percobaan






2.      Keterangan percobaan
1.        Tabung reaksi
2.        Gelas kimia
3.        Corong
4.        Air
5.        Tanaman Hydrilla verticillata
Data hasil pengamatan dengan medium air di luar ruangan
3.       Tabel
Waktu
Jumlah gelembung yang dihasilkan
0-5 menit
 80 gelembung
5-10 menit
 70 gelembung
11-15 menit
 92 gelembung
16-20 menit
111 gembung
20-25 menit
 117 gelembung
25-30 menit
 98 gelembung
 Data hasil pengamatan dengan medium air dalam ruangan  
Waktu
Jumlah gelembung yang dihasilkan
0-5 menit
 67 gelembung
5-10 menit
 26 gelembung
11-15 menit
 14 gelembung
16-20 menit
 6 gembung
20-25 menit
 7 gelembung
25-30 menit
 3 gelembung

IV.2 Pembahasan
IV.2.1 Percobaan Sachs
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya.Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Anonim, 2010).
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Anonim, 2002).
            Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (COdan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :
6CO2 + 6H2O             C6H12O6 + 6O2 + Energi
Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Maryati, 2007).
Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu (Anonim, 2002) :
1. Reaksi Terang
Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektron.
2. Reaksi gelap
Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu (Rasidin 1990) :
a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.
b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).
c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.
Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun  berfotosintesis atau tidak. Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 500 ml, beker gelas 250 ml, pinset, pemanas, penjepit kertas (klip), alkohol 95 %, air/aquades, JKJ, daun mangga Mangifera indica dan kertas timah.
1 minggu sebelum praktikum sebagian daun tanaman yang sehat ditutup dengan kertas aluminium voil, dan dijepit. Setelah terkena cahaya matahari selama  1 minggu, kemudian daun dipetik. Daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan pada air mendidih untuk mematikan sel-sel pada daun kemudian daun dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi luntur.Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan JKJ. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. Setelah dimasukkan dalam larutan JKJ, daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir – pinggirnya dan di bagian – bagian yang tidak ditutupi lainnya, sedangkan bagian tengahnya atau bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang ditutup tidak terjadi proses fotosintesis, sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya, karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi proses fotosintesis.
Uji Ingenhousz ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis serta membuktikan bahwa dari proses fotosintesis akan menghasilkan oksigen. Dalam percobaan Ingenhousz ini menggunakan tanaman air yaitu Hydrilla. Tanaman air tawar ini tenggelam didasar kolam dan memiliki panjang antara 0,2- sedangkan panjang daunnya 1-4 cm.
IV.2.2 Percobaan Ingenhousz
Pada percobaan fotosintesis, daun Hydrilla verticillata  dimasukkan kedalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi kemudian dimasukkan ke dalam gelas beker yang diisi air sampai penuh, apabila ddiberikan intensitas cahaya matahari yang tinggi pada hidrilla maka akan dihasilkan gelembung yang banyak. Pada percobaan tersebut, para praktikan sempat menempatkan hidrilla di tempat yang redup (intensitas matahari kurang) maka hidrilla mengeluarkan gelembung yang relatif sedikit. Namun ketika kami menempatkan ditempat yang sangat terik, maka hidrilla mengeluarkan sedikit gelembung



BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam percobaan ini adalah adalah :
1. percobaan sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan glukosa
2. percobaan ingenhousz menghasilkan oksigen ( )
V.2 Saran

Adapun saran dari percobaan ini :
1.        Sebaiknya pengisian air ke dalam rangkaian alat sebaiknya dilakukan dengan cepat sehingga tidak ada udara di dalam tabung reaksi.
2.        Kertas alminium yang digunakan harusnya ditutup rapat pada daun dengan paper clip agar bagian daun yang ditutupi tersebut benar-benar tidak melakukan fotosintesis sehingga daun yang menjadi sampel tersebut memenuhi kriteria praktikum.
3.        Hydrilla yang digunakan sebaiknya Hydrilla yang masih segar agar Hydrilla dapat melakukan fotosintesis dengan baik.





DAFTAR PUSTAKA

Aini. 2011. Fotosintesis Tumbuhan. http://setiawanimam19.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013 pukul 20.00 WITA.

Anonim. 2002. Fotosintesis Tumbuhan. http://duniaku.blogspot.com /2002/08/fotosintesis .html. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013 pukul 20.45 WITA.

Anonim. 2010. Fotosintesis pada Tumbuhan. http://ayosinauonline.blogspot. com/2010/05/laporan-praktikum-fotosintesis-sachs.html. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013 pukul 20.45 WITA.

Rasidin. 1990. Proses Fotosintesis. http://moeluzie.blogspot.com/2012/01/ percobaan-ingenhousz.html. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013  pukul 20.15 WITA.

Jati, Wijaya. 2007. Aktif Biologi. Jakarta : Geneca

Maryati, Sri, Ahmad. 2006. Biologi. Jakarta : Erlangga

Malcome. 1990. Fotosintesis Ingenhous. http://degk-dmbio.blogspot .com/2013/02/praktikum -fotosintesis-ingenhousz.html. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013  pukul 22.15 WITA.

Rakasyadi. 2000. Fotosintesis. http://ayosinauonline.blogspot. com/2010/05/laporan-praktikum-fotosintesis-sachs.html. Diakses tanggal 03 Oktober 2013 pukul 23.00 WITA.

Rasidin. 1990. Proses Fotosintesis. http://moeluzie.blogspot.com /2012/01/percobaan-ingenhousz.html. Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013  pukul 20.15 WITA.

Dwidjoseputro, 1994. Percobaan Sach. http://blogspot.com/ laporan-fotosintesis-sachs.html Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013 pukul 20.10 WITA.

Wijaya, 2007. Klorofil pada Tumbuhan. http://biologiku.blogspot.com/2007/01/ klorofil tumbuhan.html Diakses pada tanggal 03 Oktober 2013 pukul 20.15 WITA.

2 komentar:

  1. pg slot สูตรลับ เทคนิคหรือสูตรลับแนวทางการเล่นสล็อต มีความง่ายๆ ไม่สลับซับซ้อน จาก pg slot สูตรลับ มีวิธีการเล่นที่มีระบบระเบียบแบบแผน พีจีสล็อต การเล่นเกมสล็อตให้สนุก นั้นต้องเล่นด้วยเงินจริง

    BalasHapus
  2. As a vineyard owner, my priority is finding tractors that are both compact and efficient for tight spaces. The John Deere 3020 has piqued my interest because of its impressive fuel efficiency. On the other hand, I'm also looking at the John Deere 4040 for its robust engine performance. The Kubota B2601 stands out for its excellent maneuverability, and the John Deere 2210 appears to be suitable for managing a small vineyard. I'm curious if the John Deere 430 would offer better value for long-term operation. Which one do you recommend I purchase?

    BalasHapus