Senin, 16 Desember 2013

Tugas Meresume Dasar-Dasar Manajemen

TUGAS
MERESUME DASAR-DASAR MANAJEMEN


                              
PENGARAHAN, PENGKOORDINASIAN DAN PENGARAHAN


NAMA                             : INDRAWATI BASMAR
NIM                                 : I111130O7
FAKULTAS                   : PETERNAKAN

Add caption


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan cara pemimpin mengeluarkan perintah/instruksi pada
bawahan dan menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan.
v  Prinsi-prinsip perintah adalah: Perintah harus jelas, perintah diberi satu persatu, perintah harus positip, perintah harus diberikan kepada orang yang tepat, perintah harus erat dengan motivasi, dan perintah satu aspek berkomunikasi
v  Jenis-jenis perintah adalah: Perintah tertulis dan perintah lisan. Perintah tertulis apabila: pada pekerjan yang rumit, pegawai berada ditempat lain, pegawai sering lupa,  jika tugas yang diperintah itu berlangsung dari suatu bagian kebagian lain, dan kesalahan yang tejadi dapat menimbulkan akibat yang besar
Keuntungan perintah lisan:
- Mudah diperiksa guna memelihara kebenaran
- Orang yang menerima perintah mengetahui benar tanggung jawabnya
- Menjamin persamaan dan keserupaan pelaksanaan diseluruh unsur organisasi
Keburukan: memakan waktu, menelan biaya dan tidak fleksibel apabila:
•  Tugas yang diberikan sederhana
•  Dalam keadaan darurat
•  Jika ada kekeliruan, tidak akan membawa akibat yang besar
•  Apabila bawahan yang diperintah adalah buta huruf
Keuntungan perintah lisan:
1. Tidak membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkannya.
2. Mempunyai kemungkinan untuk menjelaskan hal-hal yang kurang jelas.
3. Dapat dipergunakan kepada banyak orang.
Kekurangan perintah lisan:
1. Tidak begitu dipersiapkan atau direncanakan
2. Terlalu fleksibel
PENGKOORDINASIAN
Koordinasi bertalian dengan usaha mensinkronkan dan memadukan kegiatan
sekelompok orang. Kegiatan yang dikoordinasikan adalah kegiatan yang harmonis,
dirangkai satu dan disatupadukan mengarah kepada tujuan bersama.
Beberapa manfaat pengkoordinasian adalah:
a.       Menciptakan keseimbangan tugas maupun hak antara setiap bagian dalam organisasi
maupun antara setiap anggota dalam bagian-bagian tersebut.
b.      Mengingatkan setiap anggota bahwa mereka bekerja untuk tujuan bersama.
c.       Menciptakan efisiensi yang tinggi.
d.      Menciptakan suasana kerja yang rukun, damai dan menyenangkan.
Ada 2 jenis koordinasi yaitu koordinasi vertikal dan koordinasi horizontal.
Koordinasi vertikal mengkoordinasikan kegiatan individu dan kelompok sepanjang
hierarki kewenangan. Koordinasi horizontal mengkoordinasikan kegiatan individu dan
kelompok yang bekerja dekat atau pada peringkat yang sama dalam hierarki.
Adapun cara-cara mendapatkan koordinasi adalah:
(1) Organisasi disederhanakan
(2) Strategi, kebijaksanaan dan program yang harmonis
(3) Metode komunikasi yang dirancang bangun dengan baik.
(4) Menciptakan koordinasi sukarela; dan
(5) Supervisi.
Cara-cara tertentu dapat dilakukan terutama untuk membantu terciptanya
koordinasi sukarela:
(1) selalu menitikberatkan pada tujuan;
(2) mengembangkan kebiasaan dan syarat-syarat yang diterima umum;
(3) mendorong konteks informal;
(4) menggunakan penghubung dan
(5) memanfaatkan panitia-panitia.
PENGAWASAN
Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan, apa
yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.
Pengawasan  prosesya mencakup:
1. Penentuan “apa” yang akan dicapai atau dituju oleh organisasi.
2. Penentuan ‘apa” yang harus dipegang sebagai pedoman yakni standar.
3. Penelaahan “apa” yang sedang dilakukan saat ini dan penganalisisannya lebih lanjut.
4. Penentuan (tindakan) “apa” yang harus diambil sebagai langkah perbaikan.
Berdasarkan obyeknya, pengawasan dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Satuan aktivitas: Kuantitas atau tingkat aktivitas, kualitas, biaya, dan penggunaan waktu.
b. Fungsi : Produksi, penjualan atau pemasaran, keuangan atau financial, dan personalia.
Langkah dan proses pengawasan:
1.  Penciptaan standar dan metode pengukuran kinerja
2.  Pengukuran kinerja yang senyatanya
3.  Pembandingan kinerja dengan standar serta menafsirkan penyimpangan-penyimpangan
4.  Mengadakan tindakan korektif
Ada 4 jenis pengawasan yaitu Prapengawasan, Pengawasan pengarahan,  Pengawasan ya/tidak, dan Pengawasan pasca kegiatan
Metode pengawasan terdiri dari:
1.  Sistem Penilaian Kinerja
2.  Sistem Pembayaran dan Imbalan
3.  Sistem MBO atau Manajemen Berdasar Tujuan
4.  Sistem Karyawan dan Kedisiplinan
5.  Sistem Pengawasan Berdasarkan Anggaran
6.  Sistem Informasi Manajemen.
Syarat-syarat pengawasan yang efektif:
1.  Berorientasi pada hal-hal yang strategis dan pada hasil-hasil
2.  Berbasis informasi
3.  Tidak kompleks
4.  Cepat dan berorientasi perkecualian
5.  Dapat dimengerti
6.  Luwes
7.  Konsisten dengan struktur organisasi
8.  Dirancang untuk mengakomodasi pengawasan diri
9.  Positif mengarah ke perkembangan, perubahan dan perbaikan

10.  Jujur dan obyektif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar