TUGAS
MERESUME DASAR-DASAR MANAJEMEN
PENGARAHAN,
PENGKOORDINASIAN DAN PENGARAHAN
NAMA : INDRAWATI BASMAR
NIM : I111130O7
FAKULTAS : PETERNAKAN
![]() |
| Add caption |
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan
cara pemimpin mengeluarkan perintah/instruksi pada
bawahan dan menunjukkan apa yang
seharusnya dilakukan.
v Prinsi-prinsip
perintah adalah: Perintah harus jelas, perintah diberi satu persatu, perintah
harus positip, perintah harus diberikan kepada orang yang tepat, perintah harus
erat dengan motivasi, dan perintah satu aspek berkomunikasi
v Jenis-jenis
perintah adalah: Perintah tertulis dan perintah lisan. Perintah tertulis
apabila: pada pekerjan yang rumit, pegawai berada ditempat lain, pegawai sering
lupa, jika tugas yang diperintah itu
berlangsung dari suatu bagian kebagian lain, dan kesalahan yang tejadi dapat
menimbulkan akibat yang besar
Keuntungan perintah lisan:
- Mudah diperiksa guna memelihara
kebenaran
- Orang yang menerima perintah
mengetahui benar tanggung jawabnya
- Menjamin persamaan dan keserupaan
pelaksanaan diseluruh unsur organisasi
Keburukan: memakan waktu, menelan biaya
dan tidak fleksibel apabila:
•
Tugas yang diberikan sederhana
•
Dalam keadaan darurat
•
Jika ada kekeliruan, tidak akan membawa akibat yang besar
•
Apabila bawahan yang diperintah adalah buta huruf
Keuntungan perintah lisan:
1. Tidak membutuhkan banyak waktu untuk
mempersiapkannya.
2. Mempunyai kemungkinan untuk menjelaskan
hal-hal yang kurang jelas.
3. Dapat dipergunakan kepada banyak
orang.
Kekurangan perintah lisan:
1. Tidak begitu dipersiapkan atau
direncanakan
2. Terlalu fleksibel
PENGKOORDINASIAN
Koordinasi bertalian
dengan usaha mensinkronkan dan memadukan kegiatan
sekelompok orang. Kegiatan yang
dikoordinasikan adalah kegiatan yang harmonis,
dirangkai satu dan disatupadukan
mengarah kepada tujuan bersama.
Beberapa manfaat pengkoordinasian
adalah:
a. Menciptakan
keseimbangan tugas maupun hak antara setiap bagian dalam organisasi
maupun
antara setiap anggota dalam bagian-bagian tersebut.
b. Mengingatkan
setiap anggota bahwa mereka bekerja untuk tujuan bersama.
c. Menciptakan
efisiensi yang tinggi.
d. Menciptakan
suasana kerja yang rukun, damai dan menyenangkan.
Ada 2 jenis koordinasi yaitu koordinasi
vertikal dan koordinasi horizontal.
Koordinasi vertikal mengkoordinasikan
kegiatan individu dan kelompok sepanjang
hierarki kewenangan. Koordinasi
horizontal mengkoordinasikan kegiatan individu dan
kelompok yang bekerja dekat atau pada
peringkat yang sama dalam hierarki.
Adapun cara-cara mendapatkan koordinasi
adalah:
(1) Organisasi disederhanakan
(2) Strategi, kebijaksanaan dan program
yang harmonis
(3) Metode komunikasi yang dirancang
bangun dengan baik.
(4) Menciptakan koordinasi sukarela; dan
(5) Supervisi.
Cara-cara tertentu dapat dilakukan
terutama untuk membantu terciptanya
koordinasi sukarela:
(1) selalu menitikberatkan pada tujuan;
(2) mengembangkan kebiasaan dan
syarat-syarat yang diterima umum;
(3) mendorong konteks informal;
(4) menggunakan penghubung dan
(5) memanfaatkan panitia-panitia.
PENGAWASAN
Pengawasan dapat
diartikan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan, apa
yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan
bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
rencana semula.
Pengawasan prosesya mencakup:
1. Penentuan “apa” yang akan dicapai
atau dituju oleh organisasi.
2. Penentuan ‘apa” yang harus dipegang
sebagai pedoman yakni standar.
3. Penelaahan “apa” yang sedang
dilakukan saat ini dan penganalisisannya lebih lanjut.
4. Penentuan (tindakan) “apa” yang harus
diambil sebagai langkah perbaikan.
Berdasarkan obyeknya,
pengawasan dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Satuan aktivitas: Kuantitas atau
tingkat aktivitas, kualitas, biaya, dan penggunaan waktu.
b. Fungsi : Produksi, penjualan atau
pemasaran, keuangan atau financial, dan personalia.
Langkah dan proses
pengawasan:
1.
Penciptaan standar dan metode pengukuran kinerja
2.
Pengukuran kinerja yang senyatanya
3.
Pembandingan kinerja dengan standar serta menafsirkan
penyimpangan-penyimpangan
4.
Mengadakan tindakan korektif
Ada 4 jenis pengawasan yaitu Prapengawasan,
Pengawasan pengarahan, Pengawasan
ya/tidak, dan Pengawasan pasca kegiatan
Metode pengawasan terdiri dari:
1.
Sistem Penilaian Kinerja
2.
Sistem Pembayaran dan Imbalan
3.
Sistem MBO atau Manajemen Berdasar Tujuan
4.
Sistem Karyawan dan Kedisiplinan
5.
Sistem Pengawasan Berdasarkan Anggaran
6.
Sistem Informasi Manajemen.
Syarat-syarat pengawasan yang efektif:
1.
Berorientasi pada hal-hal yang strategis dan pada hasil-hasil
2.
Berbasis informasi
3.
Tidak kompleks
4.
Cepat dan berorientasi perkecualian
5.
Dapat dimengerti
6.
Luwes
7.
Konsisten dengan struktur organisasi
8.
Dirancang untuk mengakomodasi pengawasan diri
9.
Positif mengarah ke perkembangan, perubahan dan perbaikan
10.
Jujur dan obyektif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar